Senja

Hei.. Sebuah akhir tak selamanya menyesakkan, bukan?

Sebuah akhir tak selamanya menakutkan, bukan?

Hei lihatlah !

Rajutan semburat warna cantiknya yang tersaji,

Begitu lembut mengradasi terbentang di hamparan atap bumi,

Coretan tintaNya adalah sebagian kecil dari butiran cintaNya,

 

Yah,,Seperti itulah senja,

Jadi, bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan itu?

Karena bagiku kau secercah cahaya senja,

Dalam sebuah akhir penantian panjangku yang indah,

 

Apa kabarmu wahai senjaku?

Masihkah dalam ketaatan yang sama?

Ataukah kau sedang tersesat di sebuah nama?

Ah aku tak pernah tahu, karena hanya Dia-lah Yang Maha Mengetahui,

Yang ku tahu hanyalah belajar dan terus belajar untuk jadi lebih baik dari diriku sebelumnya,

Karena aku hanyalah wanita akhir zaman tempat salah dan bermandikan dosa tanpa noktah,

 

Duhai hati,

Mari luruskan kembali niat-niat yang mulai mengendur,

Pertebal lagi ibadah-ibadah yang mungkin memudar,

Lakukanlah semata-mata karenaNya agar penantian panjang kita tak berakhir sia-sia,

Kan ku jaga apa yang seharusnya terjaga untukmu karenaNya,

Tak perlu risaukan tentang kita, duhai hati,

Karena akan selalu ada jalan terbaikNya jika memang ditakdirkan bersama,

 

Sampai bertemu disuatu masa,

Senjaku, si penggenap imanku, yang entah siapapun namamu nanti,

Karena ku tak pernah tahu siapakah duluan yang akan menjemput,

Dirimukah atau malaikat maut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s